Editorial Notes

Kita Satu

Oleh: Amaranila Lalita Drijono

Apa sebenarnya yang ada di dalam benak para pemuda pemudi saat mencetuskan Sumpah Pemuda 28 Oktober di tahun 1928 hampir...

Apa sebenarnya yang ada di dalam benak para pemuda pemudi saat mencetuskan Sumpah Pemuda 28 Oktober di tahun 1928 hampir 100 tahun silam itu ?

Terpisah oleh jarak yang jauh, bahkan antar pulau, seberang lautan. Dengan alat komunikasi masih amat sederhana yaitu hanya melalui surat menyurat.
Tak terbayangkan.
Beda Budaya,beda Bahasa, beda Agama bahkan beda warna kulit.
Mampu menggerakan keinginan bersama untuk BERSATU di alam masa penjajahan.
Apa yang menggerakan keinginan BERSATU tsb?

Satu Bangsa
Satu Bahasa
Satu Tanah Air

Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung
Kini di alam Merdeka,
Kira-kira apa pula yang menggerakkan 6 sosok pemuda pemudi pilihan kami kali ini berdaya menginspirasi lingkungan masyarakatnya?
6 sosok yang mewakili suasana kebatinan di tahun 1928.
Beda suku, beda ras keturunan, beda agama, beda latar belakang pendidikan dan geografi tempat tinggal. Serta berbeda kiprah di masyarakat.

Yori Antar dengan Rumah Asuh nya
Nadine Chandrawinata dengan Seasoldier nya
Sigit Kartono dengan Spedagi movement nya
Siti Syahwali dengan Ceva Bali nya
Andhika Mahardika dengan Agradaya nya
Mesty Ariotedjo dengan WeCare.id nya

Aku melihat tetes-tetes embun pagi yang tak pernah berhenti hadir di tiap kiprah mereka.
Semangat Berbagi yang selalu hadir menyapa tiap relung hati.
Amat bening

Sentuhan yang dirasakan amat mirip satu sama lain
Daya yang dihasilkan amat serupa satu sama lain
Powerful !

Inikah yang namanya panggilan jiwa Semangat Sumpah Pemuda yang HADIR alami di dalam jiwa- jiwa yang Menyatu
Untuk tanah air
Untuk bangsa,
Karena KITA SATU ?

Selamat membaca
Salam,
Amaranila Lalita Drijono
MataCinta
nila_drijono@yahoo.com

Mata Cinta E-magazine Edisi ke-11

#NadineChandrawinata #Seasoldier
#SigitKartono #Spedagimovement
#SitiSyahwali #CevaBali
#AndhikaMahardika #Agradaya
#MestyAriotedjo #WeCare.id